Masjid Agung Demak merupakan salah satu peninggalan sejarah dari masa kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kini kompleks masjid menjadi obyek wisata reliji yang mendatangkan wisatawan atau peziarah tanpa henti sepanjang hari. Masjid tertua yang dibangun semasa pemerintahan Raden Patah dipelopori oleh Walisongo tersebut dipandang sebagai bangunan bernilai historis yang sakral dan dipercaya memiliki kekuatan dan nilai mistik. Bangunan masjid menarik perhatian ditinjau dari sisi fisiknya karena terdapat penanda dan simbolisme Islam-Jawa; simbol zaman Kerajaan Islam dan simbol ajaran agama Islam, yang kini dirasakan menjadi milik masyarakat Demak pada umumnya. Benda peninggalan sejarah tersebut meliputi Masjid Agung Demak, soko tatal, pintu bledeg, serambi Majapahit, hiasan dinding yang berupa piring-piring yang bermotif Tiongkok, tiga buah guci besar, kholwat, dampar kencana. Tinjauan mengenai umur bangunan menunjukkan masjid tergolong sudah tua tetapi masih bertahan sampai sekarang.