Membangun Melestarikan Bumi volume 4

Sinopsis Buku
Membangun Melestarikan Bumi Volume 4: Ragam Inovasi adalah penghormatan terhadap kreativitas manusia dalam menjawab tantangan lingkungan. Buku ini merangkum berbagai inovasi lintas bidang—dari teknologi hijau, desain berkelanjutan, rekayasa sosial, hingga pendekatan edukatif—yang menunjukkan bahwa masa depan bumi bisa dibangun lewat ide-ide berani dan kolaboratif.

Disusun oleh para penulis dari beragam disiplin, volume ini menyuguhkan tulisan-tulisan inspiratif yang menggambarkan bagaimana inovasi tidak harus selalu besar atau mahal. Kadang, justru yang sederhana dan kontekstual mampu menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan komunitas. Dari kampus ke kampung, dari laboratorium ke lapangan, buku ini menjadi jembatan antara gagasan dan aksi.

Dengan gaya ilmiah populer yang hangat dan membumi, buku ini mengajak pembaca untuk percaya bahwa setiap orang bisa menjadi inovator dalam skala masing-masing—asal ada kepedulian, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.

Jelajah Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan salah satu peninggalan sejarah dari masa kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kini kompleks masjid menjadi obyek wisata reliji yang mendatangkan wisatawan atau peziarah tanpa henti sepanjang hari. Masjid tertua yang dibangun semasa pemerintahan Raden Patah dipelopori oleh Walisongo tersebut dipandang sebagai bangunan bernilai historis yang sakral dan dipercaya memiliki kekuatan dan nilai mistik. Bangunan masjid menarik perhatian ditinjau dari sisi fisiknya karena terdapat penanda dan simbolisme Islam-Jawa; simbol zaman Kerajaan Islam dan simbol ajaran agama Islam, yang kini dirasakan menjadi milik masyarakat Demak pada umumnya. Benda peninggalan sejarah tersebut meliputi Masjid Agung Demak, soko tatal, pintu bledeg, serambi Majapahit, hiasan dinding yang berupa piring-piring yang bermotif Tiongkok, tiga buah guci besar, kholwat, dampar kencana. Tinjauan mengenai umur bangunan menunjukkan masjid tergolong sudah tua tetapi masih bertahan sampai sekarang.